*SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS'' !! *
ini hanya kisah masa lalu,
diruang
sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan
jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu
berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,....
namun manajer PT A** K** ( B** grup ) tetap pada
tunt...utannya, agar menjd contoh bg warga lainnya. Hakim Marzuki
menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya',
ktnya sambil memandang nenek itu,. 'saya tak dpt membuat pengecualian
hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. saya mendenda anda 1jt
rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs msk penjara 2,5
tahun, spt tuntutan jaksa PU'. Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk
redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya
kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya
serta berkata kpd hadirin. " Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan
denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah,
sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs
mencuri utk memberi mkn cucunya, sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya
dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa ."
Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek
itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg
dibayarkan oleh manajer PT A** K** yg tersipu malu krn
telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini
sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi
kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak
hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim
Marzuki yg berhati mulia.
aku percaya di hitam buramnya kehidupan, masih ada cahaya putih yang menjadi harapan
sumber : G+
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Friday, January 18, 2013
Saturday, January 5, 2013
Ferrari Dahlan
Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali bikin berita. Dia menyusuri jalanan Jakarta dengan menunggang sebuah mobil listrik,
tak lupa sambil mengenakan caping. Dengan sumringah, Dahlan mengatakan
mobil listrik merah mengilap yang dinaikinya itu mampu digeber hingga
200 km per jam.
Untuk memproduksi mobil listrik sekelas Ferrari itu, Dahlan menghabiskan dana Rp3 miliar. Semangatnya untuk melahirkan mobil produksi dalam negeri yang ramah lingkungan memang patut diacungi jempol. Namun manfaatnya, tentu masih perlu dikaji ulang.
Kendaraan dua penumpang ini rencananya akan dijual massal seharga Rp1,5 miliar. Dari harganya saja, jelas terlihat mobil Tuxuci (nama mobil listrik itu) bakal jadi kendaraan milik konglomerat atau pengacara tenar. Tuxuci akan eksklusif lantaran masuk kategori barang mewah alias luxury goods.
Barang mewah, sesuai kodratnya, bukan merupakan barang esensial atau utama. Sebab keberadaannya bisa digantikan (substitusi) dengan barang lain. Fungsi tas tangan merek Hermes, tentu bisa diganti dengan tas keluaran Tajur, Jawa Barat. Namun penggunaan barang mewah hanya terasa lebih menyenangkan dibandingkan barang sejenis dengan kelas di bawahnya. Itulah esensi barang mewah, termasuk Tucuxi kebanggaan Dahlan Iskan.
Karena itu, barang mewah dikonsumsi oleh kelompok dengan harta berlimpah dan pendapatan sangat besar. Tidak mungkin pegawai biasa akan mampu membeli kendaraan yang dipamerkan oleh Dahlan tersebut, meski dibantu subsidi dan kredit.
Tentu saja Dahlan — menteri dengan kekayaan Rp48 miliar seperti yang dilaporkannya ke KPK — bisa menjangkau Tuxuci. Tapi masyarakat lain yang secara ekonomi tidak sesukses mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu, rasanya masih jauh panggang dari api.
Sebagai informasi, tingginya harga mobil listrik adalah salah satu pertimbangan Toyota Motor Corp untuk terpaksa merobek cetak biru pengembangan mobil listrik murni (electric car). Takeshi Uchiyamada, Vice Chairman Toyota, pada September lalu mengatakan, produsen otomotif asal Jepang itu mengubur mimpi mereka akan mobil listrik, untuk kemudian berkonsentrasi ke jenis hibrida.
Padahal, Toyota sudah meluncurkan mobil listrik eQ sejak 2010. Tapi setelah dua tahun, hanya 100 unit yang terjual di pasar Jepang dan Amerika Serikat. Banyak kesulitan yang harus dihadapi setelah produknya masuk pasar, yang utama adalah tiada respons memadai dari konsumen.
Kesulitan yang dialami, dari temuan Toyota, terutama mobil listrik belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Dari soal jarak tempuh, biaya, atau seberapa jauh jarak yang dijalani untuk kemudian baterainya diisi ulang. Ini semua masalah yang tidak bisa diterima oleh pasar.
Sementara Tucuxi milik Dahlan, menurut pengakuannya, bisa melaju hingga jarak 400 kilometer atau selama empat jam. Dengan kecepatan 100 km per jam ini, tentu sulit dicapai di jalan dalam kota, kecuali lepas tengah malam. Di samping itu, pengisian baterai membutuhkan waktu 5-6 jam (di tengah kondisi listrik PLN masih morat-marit).
Mungkin Dahlan Iskan ingin seperti Barack Obama, yang menargetkan pada 2015, setidaknya ada satu juta mobil listrik (tentu dibantu subsidi) beredar di jalan-jalan Amerika. Tetapi apa kata para analis di negara tersebut? Mayoritas pesimistis.
Meski demikian, kita tentu saja tetap memberikan apresiasi kendaraan hasil desain Danet Suryama, orang Indonesia yang pernah bekerja di Chrysler Amerika Serikat. Begitu juga dengan rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam Yogyakarta. Selamat atas karya dan kehebatan mereka.
Seandainya kelebihan yang mereka miliki ini diarahkan oleh negara, termasuk oleh Dahlan Iskan, guna mengembangkan produk yang lebih “masuk di akal”, sungguh akan jauh lebih bermanfaat.
Bermanfaat secara ekonomi mapun sosial, bukan sekadar manfaat pencitraan.
sumber : Herry Gunawan, pendiri Plasadana.com
Untuk memproduksi mobil listrik sekelas Ferrari itu, Dahlan menghabiskan dana Rp3 miliar. Semangatnya untuk melahirkan mobil produksi dalam negeri yang ramah lingkungan memang patut diacungi jempol. Namun manfaatnya, tentu masih perlu dikaji ulang.
Kendaraan dua penumpang ini rencananya akan dijual massal seharga Rp1,5 miliar. Dari harganya saja, jelas terlihat mobil Tuxuci (nama mobil listrik itu) bakal jadi kendaraan milik konglomerat atau pengacara tenar. Tuxuci akan eksklusif lantaran masuk kategori barang mewah alias luxury goods.
Barang mewah, sesuai kodratnya, bukan merupakan barang esensial atau utama. Sebab keberadaannya bisa digantikan (substitusi) dengan barang lain. Fungsi tas tangan merek Hermes, tentu bisa diganti dengan tas keluaran Tajur, Jawa Barat. Namun penggunaan barang mewah hanya terasa lebih menyenangkan dibandingkan barang sejenis dengan kelas di bawahnya. Itulah esensi barang mewah, termasuk Tucuxi kebanggaan Dahlan Iskan.
Karena itu, barang mewah dikonsumsi oleh kelompok dengan harta berlimpah dan pendapatan sangat besar. Tidak mungkin pegawai biasa akan mampu membeli kendaraan yang dipamerkan oleh Dahlan tersebut, meski dibantu subsidi dan kredit.
Tentu saja Dahlan — menteri dengan kekayaan Rp48 miliar seperti yang dilaporkannya ke KPK — bisa menjangkau Tuxuci. Tapi masyarakat lain yang secara ekonomi tidak sesukses mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu, rasanya masih jauh panggang dari api.
Sebagai informasi, tingginya harga mobil listrik adalah salah satu pertimbangan Toyota Motor Corp untuk terpaksa merobek cetak biru pengembangan mobil listrik murni (electric car). Takeshi Uchiyamada, Vice Chairman Toyota, pada September lalu mengatakan, produsen otomotif asal Jepang itu mengubur mimpi mereka akan mobil listrik, untuk kemudian berkonsentrasi ke jenis hibrida.
Padahal, Toyota sudah meluncurkan mobil listrik eQ sejak 2010. Tapi setelah dua tahun, hanya 100 unit yang terjual di pasar Jepang dan Amerika Serikat. Banyak kesulitan yang harus dihadapi setelah produknya masuk pasar, yang utama adalah tiada respons memadai dari konsumen.
Kesulitan yang dialami, dari temuan Toyota, terutama mobil listrik belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Dari soal jarak tempuh, biaya, atau seberapa jauh jarak yang dijalani untuk kemudian baterainya diisi ulang. Ini semua masalah yang tidak bisa diterima oleh pasar.
Sementara Tucuxi milik Dahlan, menurut pengakuannya, bisa melaju hingga jarak 400 kilometer atau selama empat jam. Dengan kecepatan 100 km per jam ini, tentu sulit dicapai di jalan dalam kota, kecuali lepas tengah malam. Di samping itu, pengisian baterai membutuhkan waktu 5-6 jam (di tengah kondisi listrik PLN masih morat-marit).
Mungkin Dahlan Iskan ingin seperti Barack Obama, yang menargetkan pada 2015, setidaknya ada satu juta mobil listrik (tentu dibantu subsidi) beredar di jalan-jalan Amerika. Tetapi apa kata para analis di negara tersebut? Mayoritas pesimistis.
Meski demikian, kita tentu saja tetap memberikan apresiasi kendaraan hasil desain Danet Suryama, orang Indonesia yang pernah bekerja di Chrysler Amerika Serikat. Begitu juga dengan rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam Yogyakarta. Selamat atas karya dan kehebatan mereka.
Seandainya kelebihan yang mereka miliki ini diarahkan oleh negara, termasuk oleh Dahlan Iskan, guna mengembangkan produk yang lebih “masuk di akal”, sungguh akan jauh lebih bermanfaat.
Bermanfaat secara ekonomi mapun sosial, bukan sekadar manfaat pencitraan.
sumber : Herry Gunawan, pendiri Plasadana.com
Labels:
Artikel
Tuesday, December 25, 2012
CEO Terburuk 2012
Tak selamanya seseorang yang didapuk memegang kepemimpinan sukses
menjalankan sebuah perusahaan. Faktanya, ada beberapa Chief Executive
Officer (CEO) yang dinilai buruk selama memimpin perusahaannya sepanjang
2012.
Majalah Forbes merilis daftar CEO terburuk sepanjang 2012, Selasa (25/12/2012). Penilaian ini didasarkan pada kinerja perusahaan, kesalahan strategi, atau skandal yang menjerat sang kepala ekskutif. Berikut daftar CEO terburuk pilihan Forbes:
1. Aubrey McClendon, CEO Chesapeake Energy.
Selama kepemimpinannya, saham Chesapeake anjlok hinnga 20 persen tahun ini. Hal tersebut dikarenakan perilaku CEO yang korup. McClendon membawa USD500 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi, dia juga diduga menjalankan bisnis hedge fund rahasia dengan menggunakan uang perusahaan senilai USD200 juta.
Tak hanya itu, beberapa perilakunya bahkan sampai merugikan perusahaan, seperti menggunakan pesawat jet perusahaan untuk perjalanan pribadinya. Atas segala tindakannya, akhirnya dia mengundurkan diri pada Mei 2012.
2. Brian Dunn, CEO Best Buy.
Dunn dinilai tidak berhasil dalam mengalahkan para pesaingnya seperti Wal-Mart, Apple, sampai Amazon. Hal ini disebabkan Dunn terlambat mengoperasikan bisnis perdagangan online. Akibatnya, penjualan turun dan beban melonjak, bahkan cadangan kas perusahaan turun hingga 85 persen. Selain itu dirinya juga terlibat skandal dengan karyawannya yang membuatnya harus mundur pada Mei 2012.
3. Andrea Jung, CEO Avon.
Selama dia menjabat, saham perusahaan telah jatuh dari USD30 di Mei 2011 menjadi USD14. Selain itu pendapatan Avon turun 81 persen sepanjang kuartal III-2012, prestasinya kian terjungkal saat dia membuat kesalahan fatal menolak rencana akuisisi dari perusahaan kosmetik Prancis, Coty sebesar USD10,7 miliar. Padahal, langkah ini bisa menjadi strategi Avon untuk bangkit.
4. Mark Pincus, CEO Zynga.
Sejak menggelar Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana Desember 2011, saham Zynga anjlok dari USD10 menjadi USD2,4 per lembar. Produsen game online ini tak bisa mempertahankan jumlah pengguna sehingga pendapatan per penggunanya anjlok.
Selain itu, dia juga membeli situs game online OMGPOP dengan harga hampir USD200 juta, namun kemudian ditulis hanya 50 persen dari harga aslinya. Hal tersebut membawa Zynga saat ini berada di bawah bayang-bayang Facebook, tanpa berusaha untuk ekspansi.
5. Rodrigo Rato, Presiden Bankia.
Meskipun dia bukan seorang CEO, namun karena tindakannya, telah membuatnya masuk ke dalam CEO terburuk. Rato adalah mantan menteri keuangan Spanyol dan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF). Dia menjual saham kepada 300 ribu investor kecil yang sebagian besar adalah klien bank.
Dia mengatakan bahwa bank tersebut "sehat", namun kenyataannya bank tersebut terkena bailout dan harus diselamatkan oleh pemerintah Spanyol. Selama kepemimpinannya, bank mengalami kerugian hingga tiga miliar euro.
6. Ronald Johnson, CEO JC Penny.
Mantan Kepala bisnis ritel Apple tersebut telah membuat harga saham JC Penny anjlok hingga 50 persen di awal tahun. Kemudian dalam kuartal III perusahaan harus kehilangan USD203 juta, dibandingkan dengan laba kuartal III sebesar USD186 juta tahun lalu. Selain itu penjualan toko juga ambles sebesar 26 persen, serta penjualan online turun 37 persen pada kuartal ketiga.
7. Nancy Brinker, mantan CEO Susan G Komen The Cure.
Brinker bertanggung jawab atas kegiatan amal kanker payudara yang dilakukan perusahaannya. Namun awal tahun dia mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan pendanaan program kesehatan payudara di Planned Parenthood. Tetapi, penyelidikan telah dilakukan bahwa Planned Parenthood telah menggunakan uang publik sebagai biaya untuk mendanai aborsi.
Di samping itu, dia juga mempekerjakan mantan kandidat gubernur Georgia Republik Karen Handel, seorang kritikus dari Planned Parenthood.
8. Michael Hervey CEO Long Island Power Authority (LIPA).
Menurut New York Times, LIPA dianggap gagal menangani badai Sandy. Kurangnya persiapan termasuk langkah-langkah dasar seperti penebangan pohon-pohon yang bisa menjatuhkan tiang listrik. Selain itu, LIPA juga dianggap gagal berkomunikasi dengan pelanggan, membiarkan telepon tak terjawab dari pelanggan. LIPA juga gagal mengirimkan kru layanan seperti yang dijanjikan. Gubernur New York Andrew Cuomo pun mengecam LIPA.
9. Robert Diamond, CEO Barclays.
Selama kepemimpinannya, dia telah memanipulasi suku bunga kredit antarbank demi keuntungannya sendiri. Selain itu saham perusahaan juga anjlok dari USD16 menjadi USD9. Diamond juga setuju untuk membayar USD450 juta untuk regulator Inggris dan Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan tuduhan sipil yang berasal dari beban bunga. Hingga saat ini, otoritas hukum masih mempertimbangkan apakah akan mengajukan tuntutan pidana terhadap Barclays dan bank lain.
10. Stuart Gulliver, CEO HSBC.
Saat memimpin bank terbesar di dunia ini, Gulliver tersangkut skandal pencucian uang. HSBC pun terkena denda senilai USD1,92 miliar. Gulliver dan jajaran manajernya diduga memuluskan transaksi keuangan para penjahat seperti kartel narkotika hingga teroris. Reputasi HSBC sebagai bank terbaik pun ambrol.
Majalah Forbes merilis daftar CEO terburuk sepanjang 2012, Selasa (25/12/2012). Penilaian ini didasarkan pada kinerja perusahaan, kesalahan strategi, atau skandal yang menjerat sang kepala ekskutif. Berikut daftar CEO terburuk pilihan Forbes:
1. Aubrey McClendon, CEO Chesapeake Energy.
Selama kepemimpinannya, saham Chesapeake anjlok hinnga 20 persen tahun ini. Hal tersebut dikarenakan perilaku CEO yang korup. McClendon membawa USD500 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi, dia juga diduga menjalankan bisnis hedge fund rahasia dengan menggunakan uang perusahaan senilai USD200 juta.
Tak hanya itu, beberapa perilakunya bahkan sampai merugikan perusahaan, seperti menggunakan pesawat jet perusahaan untuk perjalanan pribadinya. Atas segala tindakannya, akhirnya dia mengundurkan diri pada Mei 2012.
2. Brian Dunn, CEO Best Buy.
Dunn dinilai tidak berhasil dalam mengalahkan para pesaingnya seperti Wal-Mart, Apple, sampai Amazon. Hal ini disebabkan Dunn terlambat mengoperasikan bisnis perdagangan online. Akibatnya, penjualan turun dan beban melonjak, bahkan cadangan kas perusahaan turun hingga 85 persen. Selain itu dirinya juga terlibat skandal dengan karyawannya yang membuatnya harus mundur pada Mei 2012.
3. Andrea Jung, CEO Avon.
Selama dia menjabat, saham perusahaan telah jatuh dari USD30 di Mei 2011 menjadi USD14. Selain itu pendapatan Avon turun 81 persen sepanjang kuartal III-2012, prestasinya kian terjungkal saat dia membuat kesalahan fatal menolak rencana akuisisi dari perusahaan kosmetik Prancis, Coty sebesar USD10,7 miliar. Padahal, langkah ini bisa menjadi strategi Avon untuk bangkit.
4. Mark Pincus, CEO Zynga.
Sejak menggelar Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana Desember 2011, saham Zynga anjlok dari USD10 menjadi USD2,4 per lembar. Produsen game online ini tak bisa mempertahankan jumlah pengguna sehingga pendapatan per penggunanya anjlok.
Selain itu, dia juga membeli situs game online OMGPOP dengan harga hampir USD200 juta, namun kemudian ditulis hanya 50 persen dari harga aslinya. Hal tersebut membawa Zynga saat ini berada di bawah bayang-bayang Facebook, tanpa berusaha untuk ekspansi.
5. Rodrigo Rato, Presiden Bankia.
Meskipun dia bukan seorang CEO, namun karena tindakannya, telah membuatnya masuk ke dalam CEO terburuk. Rato adalah mantan menteri keuangan Spanyol dan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF). Dia menjual saham kepada 300 ribu investor kecil yang sebagian besar adalah klien bank.
Dia mengatakan bahwa bank tersebut "sehat", namun kenyataannya bank tersebut terkena bailout dan harus diselamatkan oleh pemerintah Spanyol. Selama kepemimpinannya, bank mengalami kerugian hingga tiga miliar euro.
6. Ronald Johnson, CEO JC Penny.
Mantan Kepala bisnis ritel Apple tersebut telah membuat harga saham JC Penny anjlok hingga 50 persen di awal tahun. Kemudian dalam kuartal III perusahaan harus kehilangan USD203 juta, dibandingkan dengan laba kuartal III sebesar USD186 juta tahun lalu. Selain itu penjualan toko juga ambles sebesar 26 persen, serta penjualan online turun 37 persen pada kuartal ketiga.
7. Nancy Brinker, mantan CEO Susan G Komen The Cure.
Brinker bertanggung jawab atas kegiatan amal kanker payudara yang dilakukan perusahaannya. Namun awal tahun dia mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan pendanaan program kesehatan payudara di Planned Parenthood. Tetapi, penyelidikan telah dilakukan bahwa Planned Parenthood telah menggunakan uang publik sebagai biaya untuk mendanai aborsi.
Di samping itu, dia juga mempekerjakan mantan kandidat gubernur Georgia Republik Karen Handel, seorang kritikus dari Planned Parenthood.
8. Michael Hervey CEO Long Island Power Authority (LIPA).
Menurut New York Times, LIPA dianggap gagal menangani badai Sandy. Kurangnya persiapan termasuk langkah-langkah dasar seperti penebangan pohon-pohon yang bisa menjatuhkan tiang listrik. Selain itu, LIPA juga dianggap gagal berkomunikasi dengan pelanggan, membiarkan telepon tak terjawab dari pelanggan. LIPA juga gagal mengirimkan kru layanan seperti yang dijanjikan. Gubernur New York Andrew Cuomo pun mengecam LIPA.
9. Robert Diamond, CEO Barclays.
Selama kepemimpinannya, dia telah memanipulasi suku bunga kredit antarbank demi keuntungannya sendiri. Selain itu saham perusahaan juga anjlok dari USD16 menjadi USD9. Diamond juga setuju untuk membayar USD450 juta untuk regulator Inggris dan Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan tuduhan sipil yang berasal dari beban bunga. Hingga saat ini, otoritas hukum masih mempertimbangkan apakah akan mengajukan tuntutan pidana terhadap Barclays dan bank lain.
10. Stuart Gulliver, CEO HSBC.
Saat memimpin bank terbesar di dunia ini, Gulliver tersangkut skandal pencucian uang. HSBC pun terkena denda senilai USD1,92 miliar. Gulliver dan jajaran manajernya diduga memuluskan transaksi keuangan para penjahat seperti kartel narkotika hingga teroris. Reputasi HSBC sebagai bank terbaik pun ambrol.
Labels:
Artikel
Thursday, December 13, 2012
Pulsa Ponsel Akan Kena Cukai ?
Tahun depan pemerintah berencana mengajukan usulan pulsa telepon seluler sebagai barang kena cukai. Alasannya, selain konsumsi berlebihan, penggunaan telepon seluler berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
"Penggunaan lebih dari 10 tahun akan menggandakan risiko kanker otak," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang Brodjonegoro dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan DPR, Selasa, 11 Desember 2012.
Pengenaan pajak atas pulsa sudah banyak, tapi kenyataannya justru tidak mengurangi konsumsi penggunaan pulsa dan telepon seluler. Padahal berdasarkan kajian lembaga kesehatan internasional, radiasi telepon seluler dapat memicu tumor otak, tumor sel saraf pendengaran, tumor kelenjar silva, leukimia, dan limfoma. "Oleh karena itu kami mencoba mengkaji pengenaan cukai untuk mengendalikan pola konsumsi masyarakat," kata dia.
Meski begitu, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pengkajian.
Rencana ini cukup mengejutkan sekaligus menggemaskan. Apalagi alasan tambahan tarif itu cenderung dibuat-buat. Yakni, demi mengendalikan konsumsi pulsa lantaran aktivitas berkomunikasi melakui ponsel berbahaya bagi kesehatan.
Seperti didalihkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Bambang Brodjonegoro dalam pertemuan dengan Komisi Keuangan DPR, Selasa (11/12), penggunaan ponsel lebih dari 10 tahun akan menggandakan risiko kanker otak. Selain itu, menurutnya telepon seluler juga bisa menimbulkan tumor, leukimia, dan lain-lain penyakit seram.
Dengan asumsi yang seolah-olah mulia itu, pemerintah ingin mengenakan cukai terhadap pulsa agar konsumsi lebih terkendali dan masyarakat sehat. Pagi-pagi, walaupun belum diajukan secara resmi, DPR sudah menyatakan sepakat. Itu terlihat dari pernyataan Ketua Komisi Keuangan dari Fraksi PDI Perjuangan Izederik Emir Moeis.
Padahal kalau mau jujur, maksud pemerintah cukup jelas, yaitu meningkatkan pendapatan negara lewat pajak.
Menurut saya, kebijakan ini lucu. Dengan alasan kesehatan yang disampaikan pemerintah, itu berarti masyarakat terpaksa membayar biaya tambahan untuk menjaga kesehatannya sendiri. Semestinya bagi masyarakat yang punya kesadaran seperti itu malah diberikan hadiah atau insentif, karena bisa mengurangi ongkos subsidi kesehatan.
Kebijakan ini juga menggemaskan, karena bisa berimplikasi negatif terhadap perekonomian. Cukai pulsa telepon seluler yang dikenakan kepada individu bukan hanya berpotensi menurunkan produktivitas di sektor informal, tapi juga bisa bertolak belakang.
Logika pemerintah menyebut, cukai pulsa dikenakan dalam rangka pengendalian konsumsi demi menjaga kesehatan. Berarti, inti masalahnya ada pada radiasi telepon, yang melahirkan eksternalitas atau dampak eksternal hingga menimbulkan dampak ekonomi (biaya) terhadap orang lain.
Dengan asumsi seperti ini, penerima nobel ekonomi Joseph Stiglitz menyebutnya sebagai corrective tax atau pajak yang dikenakan lantaran memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Misalnya cukai terhadap rokok. Sampai sini, kebijakan tersebut masuk di akal.
Pengisap rokok memang memberikan dampak eksternalitas kepada orang di sekitarnya, sehingga perokok pasif harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjaga kesehatan. Karena itu, wajar jika rokok dikenakan tambahan cukai (kalau perlu dibikin lebih tinggi dari sekarang).
Jika dibandingkan dengan pulsa, jelas hal itu jauh berbeda. Selama apa pun orang berkomunikasi melalui ponsel, tidak akan memberikan dampak terhadap kesehatan lingkungan sekitar. Paling mungkin dampak psikologis, yaitu iri hati. “Huh, ngobrol kok lewat telepon,” umpatan dalam hati yang mungkin tercetus.
Jika pemerintah memang ingin mengenakan tarif tambahan dalam bentuk cukai gara-gara radiasi yang muncul dari ponsel, maka salah sasaran bila rakyat yang diminta. Seharusnya cukai itu diberlakukan kepada produsen sebab mereka itu yang mengakibatkan adanya eksternalitas berupa radiasi.
Solusi pajak yang lebih kreatif sedikit, misalnya, menetapkan ambang batas radiasi terhadap produk ponsel. Semakin tinggi dampak radiasinya, maka tarif cukainya bersifat progresif, sehingga menjadi lebih mahal.
Cara ini tentu bisa lebih adil, sesuai dengan semangat keadilan pada karakter pengenaan pajak. Bukan justru dibebankan kepada konsumen yang malah menimbulkan ketidakadilan. Karena itu, rencana kebijakan itu secara ekonomi, rada sulit dicerna logika.
Kemudian, rencana pungutan baru ini juga bisa berbahaya bagi usaha kecil. Belakangan, fenomena yang berkembang – walaupun masih sedikit – bahwa usaha rumahan termasuk ojek dan katering misalnya, menggunakan alat komunikasi ponsel demi efisiensi, karena memudahkan komunikasi dengan konsumen.
Ketika pemerintah mengenakan cukai pulsa, berarti ongkos produksi mereka bertambah dan biasanya, dibebankan kepada konsumen. Akhirnya, yang sakit bukan telinga, tetapi kantong masyarakat.
Karena itulah, menurut saya alasan demi menjaga kesehatan untuk menerapkan cukai pada pulsa ponsel bersifat mengada-ada dan berlebihan. Alasan yang disampaikan sungguh sulit diterima akal sehat. Mungkin lebih bisa diterima jika pemerintah minta sumbangan sukarela kepada warga dalam rangka meningkatkan pendapatan? Walau belum tentu rakyat rela menyumbang.
Saya yakin pemerintah masih punya banyak cara kreatif untuk meningkatkan penerimaan maupun menurunkan pengeluaran demi menjaga kesinambungan fiskal.
Cara kreatif lain, yang tidak lucu dan menggemaskan seperti cukai pulsa ini.
dikutip dari:
Herry Gunawan, pendiri Plasadana.com
Labels:
Artikel,
Uncategorized
Sunday, November 4, 2012
Kejemuan Pendidikan Indonesia
Pendidikan. Itulah kata yang disebut-sebut mempunyai andil paling besar dalam keberlangsungan suatu bangsa. Namun, hal tersebut masih belum dapat dinikmati oleh setiap warga negeri ini. Ini memang merupakan pernyataan klise yang sering kita dengar bersama. Walaupun begitu, kita masih belum bisa memcahkan masalah tersebut. Bahkan mungkin, kita tidak tahu apa permasalahan mendasar yang menyebabkan hal itu. Ini memang permasalahan yang kompleks, yang tidak hanya bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Perlu adanya tindakan nyata yang dilakukan oleh seluruh elemen bangsa untuk menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang besar dan bermartabat.
Negara kita adalah negara yang kaya, mungkin dalam segala
hal penunjang kesejahteraan. Sumber daya alam kita yang melimpah ruah
seharusnya dapat digunakan untuk memakmurkan kita. Namun, hal itu juga menuntut
sumber daya manusia yang kualitasnya diatas rata-rata. Pertanyaannya sekarang,
sudah mampukah kita ''memproduksinya'' ?
Menciptakan individu-individu yang berkualitas bukanlah
perkara mudah. Perlu adanya tindakan yang kompleks serta kontinu untuk dapat
mewujudkannya. Pendidikan kita pun sampai harus menetapkan standar kurikulum
yang tinggi untuk dapat mengejar ketertinggalan dari Jepang, Amerika Serikat
bahkan Jerman. Kurikulum kita mencakup banyak hal dibanding kurikulm negara
lain untuk tingkat umur yang sama. Namun, apakah itu berhasil ? Tidakkah itu
membuat kita menjadi lebih cerdas ? Apakah itu efektif untuk meningkatkan
kualitas pendidikan kita ?
Pertanyaan itu mungkin sulit untuk dijawab. Orang Indonesia
sendiri pun mungkin pesimis dalam menjawab (serta melakukannya). Pendidikan
kita sebenarnya jauh lebih baik dari negara lain, bahkan negara maju sekalipun.
Kemenangan-kemenangan kita dalam kompetisi-kompetisi di tingkat dunia
membuktikan hal itu. Mungkin anda sudah bosan dengan alasan ini. Namun, itulah
kenyataannya. Sekolah-sekolah berstandar internasional (RSBI) telah menjamur di
berbagai daerah. Penggunaan teknologi-teknologi modern di berbagai sekolah
telah banyak diaplikasikan. Namun, kekurangan terbesar pendidikan kita adalah
pada mental. Ya, pendidikan karakter dan mental di negara kita masih sangat
kurang. Kita seperti sangat mendewakan kemampuan akademik sehingga melupakan
hal yang satu ini. Remaja-remaja kita seakan mudah menyerah saat menghadapi
masalah terutama dalam hal sekolah. Yang pintar menjadi semakin pintar, yang
kurang sulit untuk berkembang.
Tidakkah kita mencontoh Jerman atau Jepang ? Kedua bangsa
itu terkenal memiliki daya juang yang berhasil diteruskan kepada
generasi-generasi penerusnya. Mereka bangga akan bahasa mereka, akan tanah air
mereka dan bangsa mereka. Perlu diketahui, sistem pendidikan di Jepang dari
beberapa sumber memiliki kualitas yang setara. Mereka masih menggunakan papan
tulis kapur dan tanpa projector. Bandingkan dengan kita yang begitu
mengagung-agungkan RSBI (yang disebut-sebut berstandar internasional). Kita
juga telah menerapkan sistem pendidikan berbasis teknologi informasi dan
komunikasi disekolah-sekolah. Tidakkah itu membuat bangsa kita lebih hebat
?
Sistem kurikulum kita mengajarkan kita untuk mencari jawaban
yang benar dari setiap pertanyaan. Kita ''dipaksa'' meng-copy jawaban beserta
langkah-langkah untuk menjawabnya. Memang, itu telah terbukti berhasil
mengantarkan kita menjuarai olimpiade internasional. Tapi, di sisi lain itu
melemahkan daya imajinasi kita. Kita kurang menggali pikiran-pikiran kreatif
yang mampu menghadirkan inovasi. Tidak percaya ? Coba saja lihat di
sekolah-sekolah. Siswa-siswa yang berhasil dalam kompetisi karya cipta
rata-rata memiliki prestasi akademik yang biasa saja. Itu juga bisa membuka
pikiran kita bahwa para siswa juga butuh waktu luang untuk berimajinasi dan
tidak hanya untuk mempelajari sesuatu yang banyak dan rumit.
Mungkin hal ini jugalah yang membuat pemerintah berencana
untuk mengurangi mata pelajaran untuk adik-adik kita di kelas 1-3 SD (mereka
tidak lagi mendapat pelajaran bahasa inggris dan IPA). Mereka diharapkan untuk
lebih mengembangkan budi pekerti dan soft skill. Semoga rencana pemerintah ini
dapat membawa perubahan-perubahan baik yang dapat menjadikan negara kita lebih
berkembang dari sekadar negera berkembang di tangan generasi-generasi baru yang tidak hanya pandai menjawab tapi juga
imajinatif.t
Labels:
Artikel
Friday, November 2, 2012
5 Tahun Lagi, Edelweis Akan menghilang dari Bromo
Keberadaan bunga edelweis di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terancam punah.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memperkirakan bungka khas dari dataran tinggi itu akan punah dalam tempo lima hingga sepuluh tahun mendatang.
"Perburuan edelweis oleh manusia untuk diperjualbelikan cukup banyak terjadi," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo, Ayu Dewi Utari kepada Tempo, Kamis 1 November 2012.
Menurut dia, banyak pengunjung yang tak mempunyai kesadaran untuk tetap menikmati keindahan edelweis tanpa harus memetiknya. Selain itu, lanjut Ayu, faktor anomali cuaca juga dapat membuat tanaman dengan nama Latin Anaphalis Javanica itu terancam punah.
Soal rendahnya kesadaran pengunjung taman nasional Bromo dalam melestarikan edelweis, Ayu mengatakan, mereka umumnya memetik bunga itu untuk disimpan sebagai kebanggaan, ditaruh di kamar atau ruang tamu sebagai hiasan, atau dijadikan oleh-oleh bagi orang terkasih.
Kebiasaan ini dipicu anggapan bahwa edelweis perlambang keabadian, ketulusan cinta, dan pengorbanan karena hanya tumbuh di ketinggian pucuk atau lereng gunung.
Edelweis tumbuh liar merata di seluruh kawasan taman nasional Bromo Tengger Semerus seluas 50.276 hektare. Bila disatukan, sebaran tanaman edelweis ditaksir hanya seluas 1.000 hektare.
Pengawasan terhadap keberadaan flora dan fauna di taman nasional ini rutin dilakukan dengan patroli. Pengelola juga tak bosan-bosannya mengingatkan pengunjung untuk tidak mengambil dan membawa pulang apapun dari dalam taman nasional tanpa izin.
"Namun tetap saja banyak pengunjung yang bandel. Ada yang mengaku pecinta alam, tapi ulahnya justru merusak alam," ujar Ayu.
Untuk menyelamatkan tanaman edelweis dari ancaman kepunahan sekaligus supaya pengunjung dapat menikmati keindahan bunga itu, pengelola taman nasional berencana membuat taman konservasi edelweis seluas 1 hektare di wilayah Ranu Regulo, yang berjarak sekitar 300 meter dari Pos Ranu Pani.
Taman konservasi yang dibangun bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) itu rencananya akan membudidayakan seratusan pohon edelweis untuk tahap awal. Sayangnya, hingga kini hanya 5 pohon yang bertahan hidup, selebihnya sekarat dan mati.
Ayu mengatakan cuaca ekstrem sepanjang Juni hingga Agustus membuat temperatur udara di taman nasional bisa mencapai minus tiga derajat Celsius pada malam hari. Akibatnya, muncul bunga-bunga es di pucuk-pucuk pohon, ilalang, dan rerumputan yang bentuknya mirip salju tipis. "Tanaman edelweis sulit tumbuh di saat suhu ekstrem dingin," ujarnya. "Di musim kering edelweis mati suri dan hidup lagi di musim hujan."
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memperkirakan bungka khas dari dataran tinggi itu akan punah dalam tempo lima hingga sepuluh tahun mendatang.
"Perburuan edelweis oleh manusia untuk diperjualbelikan cukup banyak terjadi," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo, Ayu Dewi Utari kepada Tempo, Kamis 1 November 2012.
Menurut dia, banyak pengunjung yang tak mempunyai kesadaran untuk tetap menikmati keindahan edelweis tanpa harus memetiknya. Selain itu, lanjut Ayu, faktor anomali cuaca juga dapat membuat tanaman dengan nama Latin Anaphalis Javanica itu terancam punah.
Soal rendahnya kesadaran pengunjung taman nasional Bromo dalam melestarikan edelweis, Ayu mengatakan, mereka umumnya memetik bunga itu untuk disimpan sebagai kebanggaan, ditaruh di kamar atau ruang tamu sebagai hiasan, atau dijadikan oleh-oleh bagi orang terkasih.
Kebiasaan ini dipicu anggapan bahwa edelweis perlambang keabadian, ketulusan cinta, dan pengorbanan karena hanya tumbuh di ketinggian pucuk atau lereng gunung.
Edelweis tumbuh liar merata di seluruh kawasan taman nasional Bromo Tengger Semerus seluas 50.276 hektare. Bila disatukan, sebaran tanaman edelweis ditaksir hanya seluas 1.000 hektare.
Pengawasan terhadap keberadaan flora dan fauna di taman nasional ini rutin dilakukan dengan patroli. Pengelola juga tak bosan-bosannya mengingatkan pengunjung untuk tidak mengambil dan membawa pulang apapun dari dalam taman nasional tanpa izin.
"Namun tetap saja banyak pengunjung yang bandel. Ada yang mengaku pecinta alam, tapi ulahnya justru merusak alam," ujar Ayu.
Untuk menyelamatkan tanaman edelweis dari ancaman kepunahan sekaligus supaya pengunjung dapat menikmati keindahan bunga itu, pengelola taman nasional berencana membuat taman konservasi edelweis seluas 1 hektare di wilayah Ranu Regulo, yang berjarak sekitar 300 meter dari Pos Ranu Pani.
Taman konservasi yang dibangun bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) itu rencananya akan membudidayakan seratusan pohon edelweis untuk tahap awal. Sayangnya, hingga kini hanya 5 pohon yang bertahan hidup, selebihnya sekarat dan mati.
Ayu mengatakan cuaca ekstrem sepanjang Juni hingga Agustus membuat temperatur udara di taman nasional bisa mencapai minus tiga derajat Celsius pada malam hari. Akibatnya, muncul bunga-bunga es di pucuk-pucuk pohon, ilalang, dan rerumputan yang bentuknya mirip salju tipis. "Tanaman edelweis sulit tumbuh di saat suhu ekstrem dingin," ujarnya. "Di musim kering edelweis mati suri dan hidup lagi di musim hujan."
Labels:
Artikel
Saturday, October 27, 2012
Peringkat Universitas Dunia
Setelah dua tahun menyandang gelar sebagai kampus terbaik dunia, University of Cambridge, Inggris, terdepak oleh kedigdayaan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Tahun lalu, MIT "hanya" berada di posisi ketiga.
Fakta ini sesuai dengan laporan pemeringkatan kampus dunia terakhir yang dikeluarkan QS World University Rankings. Pada data tahun 2012 ini, University of Cambridge harus puas dengan menduduki peringkat kedua. Sementara itu, Harvard terdepak dari posisi ke dua pada 2011, menjadi posisi ketiga tahun ini. Demikian seperti dilansir Huffington Post, Kamis (25/10/2012).
Lembaga pemeringkat institusi pendidikan, Quacquarelli Symonds (QS), yang berbasis di London ini setiap tahun, merangking 400 kampus unggul dunia berdasarkan enam indikator. Keenamnya adalah reputasi akademik, rasio fakultas dengan mahasiswa, sitasi per fakultas, reputasi karyawan, proporsi untuk program intrenasional, dan presentase dari pelajar internasional.
Tahun ini, proporsi kampus-kampus Amerika dalam daftar tersebut masih sekira 60 persen dari total kampus yang masuk pemeringkatan. Selain Harvard dan MIT, kampus AS lainnya yang masuk 10 besar kampus unggul dunia bersi QS adalah Yale University (7), University of Chicago (8), Princeton University (9), dan California Institute of Technology (10).
Pemeringkatan tahun ini juga menampilkan subjek pemeringkatan baru, yakni ilmu komunikasi dan media. Subjek tersebut berada di bawah kategori ilmu sosial, satu dari lima area yang diperiksa pada pemeringkatan teresebut. Area-area tersebut adalah seni dan humaniora (art and humanity), teknik dan teknologi (engineering and technology), ilmu kehidupan (life sciences) dan ilmu alam (natural sciences).
University of Oxford, Cambridge, dan Harvard, mendominasi rangking pada aera seni dan humaniora, khususnya pada segmen bahasa dan sastra Inggris, geografi, sejarah, bahasa modern, dan filosofi. MIT menjadi unggulan di lima kategori rangking teknik dan teknologi, yakni teknki kimia, teknik sipil, ilmu komputer, teknik elektro, serta teknik mekanik, aeronautika, dan manufaktur.
Berikut 10 kampus unggul dunia versi QS World University Rankings:
1. Massachusets Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat
2. University of Cambridge, Inggris
3. Harvard University, Amerika Serikat
4. University College, London
5. University of Oxford, Inggris
6. Imperial College, London
7. Yale University, Amerika Serikat
8. University of Chicago, Amerika Serikat
9. Princeton University, Amerika Serikat
10. California Institute of Technology, Amerika Serikat.
Karena alasan itu, Amerika Serikat boleh berbangga hati karena berhasil mengambil porsi 60 persen dalam peringkat terbaru yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings 2012.Tetapi jangan salah, Indonesia pun mampu memasukkan delapan perguruan tinggi pada 700 besar kampus unggul dunia versi QS.
Unggul dalam kategori 400 besar, Universitas Indonesia menempati posisi 273. Posisi UI terpaut 12 peringkat dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di peringkat ke-261. Selanjutnya ada Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berada di kisaran peringkat 401-450. Prestasi UGM diikuti oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bercokol di peringkat 451-500 besar.
Sementara itu, lima perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya yang masuk dalam kelompok 700 besar harus puas di peirngkat 601+. Kelima PTN tersebut adalah
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Labels:
Artikel
Subscribe to:
Posts (Atom)
