Wednesday, October 31, 2012

Drama 12 gol, Arsenal vs Reading


Sebuah thriller ‘gila’ terjadi pada lanjutan Capital One Cup 2012 yang mempertemukan tuan rumah, Reading melawan Arsenal, Rabu (31/10). Sempat tertinggal 4-0 hingga menit 37, Arsenal akhirnya mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 5-7 setelah melewati babak extra time. Theo Walcott menjadi pahlawan bagi The Gunners lewat hattrick yang diukirnya.

Gawang tim tamu sudah terancam di menit ketiga. Sebuah sundulan dari Sean Morrison masih menerpa tiang gawang Arsenal yang dikawal Martinez.

Permainan menyerang anak asuh Brian McDermott sejak awal laga akhirnya membuahkan hasil di menit 12. Kerjasama apik antara Nicky Shorey, Jay Tabb, dan Hal Robson-Kanu memudahkan Jason Roberts untuk mencetak gol pertama Reading.



Lima menit kemudian, Reading menambah keunggulan menjadi 2-0. Sebuah umpan silang dari Garath McCleary salah diantisipasi oleh Laurent Koscielny sehingga bola masuk ke gawangnya sendiri.

Hanya semenit setelah gol bunuh diri Koscielny, tim tuan rumah kembali memperbesar skor menjadi 3-0. Berhasil merebut bola dari penguasaan pemain Arsenal, Mikele Leigertwood langsung melesatkan tembakan keras yang tak mampu dihadang Martinez.



Arsenal kemudian perlahan mulai keluar dari tekanan. Beberapa kali tim asuhan Arsene Wenger berhasil mendekati kotak penalti Reading.

Sial bagi Arsenal, melalui sebuah serangan balik di menit 36, Reading kembali berhasil memperlebar jarak menjadi 4-0. Sebuah umpan silang dari McCleary sukses diteruskan Noel Hunt dan memaksa Martinez memungut bola dari gawangnya untuk keempat kalinya.



Sesaat sebelum babak pertama berakhir, Arsenal bisa mencetak gol hiburan melalui Theo Walcott memanfaatkan operan dari Arshavin. Skor 4-1 hingga turun minum.

Di awal babak kedua, Arsenal cukup beruntung tidak mendapat hukuman penalti saat Chamakh melanggar Hunt di kotak penalti.

Arsenal kemudian merespon dengan melancarkan serangan bertubi-tubi. Usaha dari Walcott dan Serge Gnabry juga masih gagal menjebol gawang Federici.

Keputusan Wenger untuk memasukkan Olivier Giroud di menit 62 sungguh tepat. Baru dua menit bermain, eks bomber Montpellier itu mampu mencetak gol bagi Arsenal lewat sundulannya, sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 4-2.

Masuknya Giroud mampu membuat Arsenal bermain lebih menekan. Sekali lagi ia mengetes ketangguhan Federici di menit 72 lewat sepakan jarak jauhnya. Beruntung Federici cukup sigap mengamnakan gawangnya.

Lima menit kemudian, kembali Giroud mengancam. Umpan silang Thomas Eisfeld ditanduk oleh Giroud di tiang dekat. Federici lagi-lagi mampu membuat penyelamatan gemilang.



Kerja keras Arsenal untuk mencari gol ketiga akhirnya terwujud di di menit 89. Laurent Koscielny membayar lunas kesalahannya di babak pertama dengan mencetak gol ketiga Arsenal di pertandingan ini. Arsenal semakin mendekat untuk menyamakan skor.

Apa yang dikhawatirkan fans Reading akhirnya benar-benar terjadi. Saat pertandingan sudah hampir usai, Walcott menjadi pahlawan bagi timnya lewat gol yang dicetaknya saat laga sudah memasuki menit ke 96. Skor 4-4 memaksa pertandingan dilanjutkan di babak extra time.

Di babak perpanjangan waktu, Arsenal balik memimpin di menit 103 via penyerang asal Maroko, Marouane Chamakh. Setelah menerima umpan dari Arshavin, Chamakh bergerak mendekati kotak penalti dan mengirim tembakan mendatar ke pojok kanan gawang Reading.



Pasukan Reading tak lantas menyerah. Menit 115 skor kembali imbang, 5-5. Sebuah umpan silang dari Chris Gunter ditanduk oleh Pavel Pogrebnyak yang berdiri tak terkawal di depan gawang Martinez.

Menit 120, saat laga hampir dilanjutkan dengan adu penalti, Walcott sukses mengukir gol ketiganya. Sepakan Arshavin mampu diblok pemain Reading sebelum melewati garis gawang, namun Walcott bereaksi cepat dengan menyambar bola liar.



Harapan Reading akhirnya pupus di menit 123. Memanfaatkan kesalahan Chris Gunter yang salah mengantisipasi bola lambung yang menuju ke arahnya, Chamakh berhasil memperlebar kedudukan menjadi 7-5 lewat bola lob yang gagal dijangkau Adam Federici. Fans tuan rumah pun tertunduk lesu. What a fantastic match!.

sumber :supersoccer.co.id

Sunday, October 28, 2012

Arsenal 1-0 QPR

Goal Arteta menit-84    


Mikel Arteta memastikan kemenangan Arsenal atas QPR berkat gol semata wayangnya di babak kedua pada laga lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (27/10) waktu setempat.

Raihan tiga poin ini membuat The Gunners menyodok posisi keempat dengan perolehan poin 15 dari sembilan pertandingan yang sudah dilalui. Adapun QPR semakin terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi poin tiga.

Babak pertama

Tim tamu tampil percaya diri meski bermain di hadapan pendukung tuan rumah. Buktinya, mereka langsung menggebrak di awal-awal laga. Pada menit keempat, QPR mendapatkan peluang. Jose Bosingwa melayangkan umpan silang yang cukup baik, namun tak satupun pemain QPR menyambut.

Tersentak, lima menit berselang Arsenal membangun serangannya. Bermula dari pergerakan lincah Cazorla yang kemudian memudahkan Santos untuk melepaskan crossing, tapi bola melaju tidak sempurna mengarah ke rekannya lantaran mengenai badan pemain QPR dan kiper Julio Cesar mudah saja mengamankan bola.

Semenit kemudian The Gunners kembali membuat publik tuan rumah bersorak kecewa. Kali ini giliran umpan Bacary Sagna yang dapat ditanduk baik oleh Aaron Ramsey. Sayang, hanya mengenai tiang gawang.

Serangan Arsenal kembali berlanjut di menit ke-13 melalui aksi Lukas Podolski. Namun, percobaan sang striker dengan melesatkan tendangan jarak jauh tidak berbuah positif. Melebar!

Wilshere mulai memperlihatkan tajinya setelah comeback dari cedera, meskipun tendangan kerasnya pada menit ke-19 masih dapat diredam Cesar.

QPR yang mulai kesulitan menembus pertahanan Arsenal mencoba mendentumkan sepakan jarak jauh. Shaun Wright-Phillips melakukan percobaan tersebut di menit 24. Namun, belum menemui target.

Setengah jam pertandingan, Arsenal masih terus menguasai laga. Giroud memperoleh peluang, akan tetapi kegemilangan Cesar sukses mengagalkan tendangannya yang mengarah ke pojok gawang kiper Brasil tersebut.

Namun sejurus kemudian Cesar hampir membuat kesalahan fatal, dia terlalu lama memainkan bola di areanya dan mengundang Giroud untuk merebut sebelum bola jatuh di kaki Podolski. Untungnya, aksi striker Jerman itu keburu diredam oleh Jose Bosingwa dari kemungkinan ancaman yang lebih berbahaya.

Hingga paruh pertama rampung, skor tatap bertahan kacamata alias 0-0.

Babak kedua

Seperti di interval pertama, The Gunners tetap menguasai jalannya pertandingan. Pada menit ke-50 mereka memperoleh kans bagus. Berawal dari umpan manis Mikel Arteta lalu diteruskan oleh Per Mertesacker dengan sundulan. Sayang, aksi sang bek dapat dimentahkan Cesar.

Semenit sebelum laga berjalan satu jam, Giroud mendapatkan ruang di box QPR, namun lagi-lagi tembakannya belum menjurus ke sasaran. Tendangan striker Prancis itu masih dapat diblok.

Seperti halnya di babak pertama, sundulan Ramsey, memanfaatkan umpan Santos, pada menit ke-63, kembali gagal menemui target.

Memasuki menit ke-69 Arsenal menggencarkan serangan mereka demi merusak kebuntuan. Arteta berkesempatan melepaskan sepakan kencang dari luar box QPR, namun kembali arah bola masih melenceng dari gawang Cesar.

Setelah Arteta, giliran Cazorla pada menit ke-77 yang juga melepaskan tendangan dari posisi yang kurang lebih sama. Akan tetapi aksinya itu belum bisa mengubah keadaan, skor masih buntu 0-0. Arsenal mulai lebih banyak memeragakan sepakan-sepakan langsung ke gawang musuh.

Diusirnya Stephane M'Bia akibat kartu merah yang didapatkannya pada menit ke-79 dioptimalkan secara sempurna oleh The Gunners. Pada menit ke-84 kebuntuan pun pecah, publik tuan rumah bergemuruh. Pertama Cesar jatuh bangun meredam sundulan Giroud, disusul tandukan Arteta yang masih mengenai tiang gawang, namun di kesempatan kedua saat bola masih bergulir di kaki gelandang Spanyol itu dia tuntaskan dengan dingin, dan masuk.

Dua menit sebelum bubaran Cesar kembali harus bersusah payah menyelematkan gawangnya. Pertama aksi Ramsey sukses sia patahkan disusul tendangan ambisius Cazorla yang juga masih bisa dihalaunya.

Di masa injury time, Andrey Arshavin berupaya memperlebar keadaan. Sayangnya, tembakan pemain Rusia masih melebar tipis di sisi kiri gawang kubu lawan.

Sejurus berikutnya giliran QPR yang membuat jantung publik tuan rumah berdebar kencang. Nyaris saja aksi Mackie berujung gol andai Mannone tidak melakukan penyelamatan ciamik sebelum tendangan bebas Esteban Granero juga belum bisa menyeimbangkan keadaan setelah sang kiper men-tip bola dengan rapih.

Peluit panjang pun dibunyikan, keunggulan 1-0 Arsenal tak lagi berubah.

Saturday, October 27, 2012

Peringkat Universitas Dunia


Setelah dua tahun menyandang gelar sebagai kampus terbaik dunia, University of Cambridge, Inggris, terdepak oleh kedigdayaan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Tahun lalu, MIT "hanya" berada di posisi ketiga.

Fakta ini sesuai dengan laporan pemeringkatan kampus dunia terakhir yang dikeluarkan QS World University Rankings. Pada data tahun 2012 ini, University of Cambridge harus puas dengan menduduki peringkat kedua. Sementara itu, Harvard terdepak dari posisi ke dua pada 2011, menjadi posisi ketiga tahun ini. Demikian seperti dilansir Huffington Post, Kamis (25/10/2012).

Lembaga pemeringkat institusi pendidikan, Quacquarelli Symonds (QS), yang berbasis di London ini setiap tahun, merangking 400 kampus unggul dunia berdasarkan enam indikator. Keenamnya adalah reputasi akademik, rasio fakultas dengan mahasiswa, sitasi per fakultas, reputasi karyawan, proporsi untuk program intrenasional, dan presentase dari pelajar internasional.

Tahun ini, proporsi kampus-kampus Amerika dalam daftar tersebut masih sekira 60 persen dari total kampus yang masuk pemeringkatan. Selain Harvard dan MIT, kampus AS lainnya yang masuk 10 besar kampus unggul dunia bersi QS adalah  Yale University (7), University of Chicago (8), Princeton University (9), dan California Institute of Technology (10).

Pemeringkatan tahun ini juga menampilkan subjek pemeringkatan baru, yakni ilmu komunikasi dan media. Subjek tersebut berada di bawah kategori ilmu sosial, satu dari lima area yang diperiksa pada pemeringkatan teresebut. Area-area tersebut adalah seni dan humaniora (art and humanity), teknik dan teknologi (engineering and technology), ilmu kehidupan (life sciences) dan ilmu alam (natural sciences).

University of Oxford, Cambridge, dan Harvard, mendominasi rangking pada aera seni dan humaniora, khususnya pada segmen bahasa dan sastra Inggris, geografi, sejarah, bahasa modern, dan filosofi. MIT menjadi unggulan di lima kategori rangking teknik dan teknologi, yakni teknki kimia, teknik sipil, ilmu komputer, teknik elektro, serta teknik mekanik, aeronautika, dan manufaktur.

Berikut 10 kampus unggul dunia versi QS World University Rankings:

1. Massachusets Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat
2. University of Cambridge, Inggris
3. Harvard University, Amerika Serikat
4. University College, London
5. University of Oxford, Inggris
6. Imperial College, London
7. Yale University, Amerika Serikat
8. University of Chicago, Amerika Serikat
9. Princeton University, Amerika Serikat
10. California Institute of Technology, Amerika Serikat.

Karena alasan itu, Amerika Serikat boleh berbangga hati karena berhasil mengambil porsi 60 persen dalam peringkat terbaru yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings 2012.Tetapi jangan salah, Indonesia pun mampu memasukkan delapan perguruan tinggi pada 700 besar kampus unggul dunia versi QS.

Unggul dalam kategori 400 besar, Universitas Indonesia menempati posisi 273. Posisi UI terpaut 12 peringkat dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di peringkat ke-261. Selanjutnya ada Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berada di kisaran peringkat 401-450. Prestasi UGM diikuti oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bercokol di peringkat 451-500 besar.

Sementara itu, lima perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya yang masuk dalam kelompok 700 besar harus puas di peirngkat 601+. Kelima PTN tersebut adalah
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan Universitas Brawijaya (UB) Malang.